Seni Menutup Telinga dari Cibiran: Tips Menjaga Prinsip ala Gus Kautsar

Table of Contents

 


Pentingnya Memiliki Prinsip Hidup dan Keteguhan Hati di Tengah Komentar atau Cibiran Orang Lain- Di zaman media sosial seperti sekarang, semua orang bisa berkomentar apa saja. Kita bisa tampil sebaik mungkin, tapi tetap saja ada yang mencibir. Kita bisa diam, tetap saja ada yang menilai. Dan dari ceramah penuh makna Gus Kautsar (KH. Abdun Nasir Ma’Shum), kita diingatkan: jangan biarkan penilaian manusia mengacaukan hidup kita. Fokuslah pada rida Allah dan manfaat untuk sesama.

Artikel ini mengulas secara lengkap pesan spiritual dan motivasi dari beliau—relevan bagi santri, pelajar, pekerja, pengusaha, konten kreator, atau siapa saja yang ingin memperkokoh mental dan prinsip hidup.

Mengapa Kita Perlu Keteguhan Hati?

Pentingnya memiliki prinsip hidup dan keteguhan hati di tengah komentar atau cibiran orang lain menjadi pesan utama ceramah ini. Sejak menit awal [00:00], Gus Kautsar menegaskan bahwa membuat semua orang terkesan adalah cita-cita yang mustahil.

Beliau mengutip kisah Syekh Hasan Al-Bashri [01:46] yang tetap tenang meski ada orang yang datang ke majelisnya hanya untuk mencari kesalahan. Ini menunjukkan bahwa orang besar pun menghadapi kritik dan cibiran.

Keteguhan hati adalah benteng agar kita tidak mudah tumbang. Orang yang punya prinsip tidak akan goyah hanya karena komentar negatif.

Definisi Muslim Sejati: Bukan Hanya Identitas, Tapi Karakter

Pada menit [00:16] dan [18:39], Gus Kautsar menegaskan bahwa menjadi “orang Islam” itu mudah—cukup tercantum di KTP. Tetapi menjadi “Muslim” sejati itu perjuangan.

Muslim sejati adalah orang yang membuat orang lain selamat dari gangguan lisan dan perbuatannya. Ini berarti:

  • Menjaga lisan agar tidak menyakiti.
  • Tidak mudah mencibir orang lain.
  • Menghindari komentar pedas tanpa manfaat.

Dengan memahami ini, kita belajar lebih sabar menghadapi komentar buruk dari manusia.

Ilmu: Fondasi Utama Keteguhan Hati

Pada menit [15:29], Gus Kautsar menyampaikan bahwa setiap tindakan harus berdasarkan ilmu. Konsep amaliah ilmiah dan ilmiah amaliah sangat penting.

Orang yang punya ilmu tidak mudah terguncang oleh kritik. Mereka bisa membedakan mana kritik membangun dan mana cibiran yang layak diabaikan.

Pada menit [15:50], beliau menegaskan bahwa ilmu adalah tiang keislaman. Semakin kuat ilmunya, semakin kokoh hatinya.

Al-Qur’an sebagai Sumber Ketenangan Hati

Gus Kautsar mengingatkan agar Al-Qur’an tidak hanya dijadikan jimat atau hiasan dinding [12:31]. Al-Qur’an harus:

  • Ditadaburi — dipahami maknanya.
  • Ditadzakuri — direnungi hingga menumbuhkan rasa takut dan cinta kepada Allah.

Jika Al-Qur’an dipahami, hati menjadi lebih tenang dan fokus pada jalan yang benar, bukan terombang-ambing oleh komentar manusia.

Dua Inti Ibadah: Pegangan Hidup Agar Tidak Terpengaruh Cibiran

Mengutip Syekh Nawawi Al-Bantani [17:46], inti ibadah ada dua:

  1. At-Ta’dzim Lillah — mengagungkan Allah.
  2. Asy-Syafaqah ‘ala khalqillah — memiliki belas kasih kepada sesama makhluk.

Jika dua pegangan ini kuat, komentar negatif manusia tidak lagi mengganggu ketenangan hati kita.

Pesan untuk Santri, Alumni, dan Para Pejuang Kebaikan

Pada menit [00:42] dan [15:06], Gus Kautsar memberikan pesan tegas: apapun profesi dan langkah hidupmu, pastikan punya mustanad syar’i (sandaran syariat).

Dan setelah itu—jalanlah tanpa menunggu dukungan atau pujian manusia. Tidak semua orang akan mendukung, dan itu normal.

Selama langkahmu benar di sisi Allah, teruskan.

Cara Praktis Agar Tidak Mudah Goyah oleh Komentar Negatif

  • Jangan reaktif terhadap komentar buruk.
  • Perbaiki niat dan luruskan orientasi kepada Allah.
  • Perkuat ilmu agar mental makin stabil.
  • Pilih lingkungan sehat yang tidak toxic.
  • Banyak membaca Al-Qur’an dan merenunginya.
  • Jaga akhlak dan jangan membalas cibiran dengan kebencian.

Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-Hari

1. Saat Bekerja

Rekan iri atau atasan kurang apresiatif itu biasa. Fokuslah pada kualitas kerja.

2. Saat Berdakwah atau Mengajar

Tetap lanjutkan selama punya dasar ilmu meski ada yang meremehkan.

3. Saat Membuat Konten

Komentar negatif pasti muncul. Yang penting kontenmu bermanfaat.

4. Saat Berbisnis

Selama halal, jujur, dan sesuai syariat, teruskan tanpa peduli cibiran.

Kesimpulan: Fokus pada Allah, Bukan pada Penilaian Manusia

Ceramah Gus Kautsar memberi pesan kuat bahwa pentingnya memiliki prinsip hidup dan keteguhan hati di tengah komentar atau cibiran orang lain adalah kebutuhan spiritual setiap Muslim.

Selama kita:

  • menjaga niat,
  • memperkuat ilmu,
  • mengamalkan Al-Qur’an,
  • mengagungkan Allah,
  • dan berbuat baik kepada sesama,

maka komentar manusia menjadi kecil nilainya.

Jangan hidup untuk memuaskan semua orang. Hiduplah untuk meraih rida Allah dan menjadi manfaat bagi sesama.

Andi NK
Andi NK ​"Halo, saya penulis di balik Suara Kopi. Tulisan ini bukan sekadar teori dari buku, melainkan hasil refleksi pribadi saya setelah sempat terjebak dalam rasa tidak percaya diri. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari bagaimana energi dan cara kita merespons masalah bisa mengubah cara orang lain menghargai kita. Saya ingin membagikan 'rahasia' ini agar kita bisa tumbuh menjadi manusia yang berkelas bersama-sama."

Post a Comment