Real Madrid vs Benfica. Real Madrid berhasil menang dengan skor 2-1 (agregat 3-1)
Siapa sih yang tidak merinding kalau mendengar anthem Liga Champions berkumandang di Santiago Bernabeu pada malam hari? Atmosfer magis yang selalu tercipta di stadion ikonik ini seolah menjadi teror tersendiri bagi setiap tim tamu yang datang berkunjung.
Malam itu, kita kembali menjadi saksi bisu sebuah pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 yang super menegangkan. Tuan rumah yang berstatus sebagai raja Eropa harus meladeni perlawanan sengit dari raksasa Portugal, Benfica.
Buat kamu yang mungkin ketiduran atau kelewatan nonton siaran langsungnya semalam, tenang saja! Di artikel kali ini, kita akan membedah tuntas jalannya pertandingan krusial antara Real Madrid vs Benfica. Real Madrid berhasil menang dengan skor 2-1 (agregat 3-1) dan mengamankan tiket berharga ke babak delapan besar.
Pertandingan ini benar-benar menyajikan segalanya; drama, gol indah, peluang emas yang membentur tiang, hingga tensi tinggi yang bikin kita semua menahan napas. Penasaran seperti apa detail serunya laga di atas lapangan hijau? Yuk, kita bahas sama-sama!
Kejutan dari Benfica di Babak Pertama
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dengan tempo tinggi. Banyak yang mengira Benfica akan bermain lebih pasif dan menunggu karena mereka datang sebagai tim tamu. Apalagi, secara agregat mereka tertinggal 1-0 dari hasil leg pertama.
Puncaknya terjadi pada menit. Publik Santiago Bernabeu yang biasanya bergemuruh tiba-tiba terdiam sejenak. Benfica berhasil mencuri gol dan menyamakan kedudukan agregat menjadi 1-1 melalui aksi brilian Rafa Silva. Berawal dari umpan tarik Pavlidis yang sempat ditepis Courtois, bola liar disambar oleh Silva menjadi gol.
Respons Cepat Sang Raja Eropa dan Roket Tchouaméni
Tapi, mentalitas juara Eropa memang terbuat dari baja. Hanya berselang kurang dari setengah menit, tepatnya di menit, Real Madrid langsung memberikan respons balasan yang sangat berkelas. Lewat sebuah skema serangan cepat, bola bergulir ke area depan kotak penalti Benfica.
Di sanalah Aurélien Tchouaméni mencetak gol indah melalui tendangan dari luar kotak penalti setelah menerima umpan tarik di depan area penalti. Satu fakta menarik yang bikin selebrasi gol ini makin spesial: ini adalah gol perdana Tchouaméni di ajang bergengsi sekelas Liga Champions.
Drama VAR dan Gol Gonzalo Garcia yang Dianulir
Setelah gol penyama kedudukan dari Tchouaméni, ritme permainan mutlak dikuasai oleh Real Madrid. Mereka terus mengurung pertahanan Benfica, mencari gol tambahan untuk mengunci tiket ke perempat final lebih awal.
Intensitas serangan Madrid yang tinggi membuahkan hasil di menit. Stadion kembali meledak dalam sorak sorai ketika Gonzalo Garcia berhasil menceploskan bola ke gawang setelah menerima umpan VinÃcius Júnior. Sayang sekali, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah peninjauan ulang.
Babak Kedua: Tensi Meningkat dan Peluang Emas
Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak menurun sama sekali. Kita juga disuguhkan dengan penampilan pemain baru Madrid, Trent Alexander-Arnold. Momen emas Trent terjadi di menit. Bek kanan ini hampir mencetak gol setelah melakukan pergerakan menusuk ke kotak penalti, namun tendangannya meleset tipis di samping gawang.
Di menit, giliran pendukung Madrid yang dibuat senam jantung. Rafa Silva hampir mencetak gol keduanya melalui tendangan melengkung yang mengenai mistar gawang setelah sedikit terdefleksi oleh Raul Asencio. Benar-benar momen yang bikin deg-degan!
VinÃcius Júnior Sang Penentu Kemenangan
Di menit, VinÃcius Júnior akhirnya mengunci kemenangan Real Madrid. Melalui skema serangan balik cepat yang memang sudah jadi DNA Real Madrid, ia berhasil menaklukkan kiper Benfica dan mengubah skor menjadi 2-1.
Gol ini praktis membunuh sisa-sisa harapan Benfica untuk bangkit. Agregat kini menjauh menjadi 3-1, dan moral para pemain tamu terlihat langsung runtuh menghadapi dominasi Los Blancos di menit-menit akhir.
Insight Praktis: Apa Kunci Kemenangan Madrid?
- Transisi Kilat: Real Madrid sangat efektif dalam memanfaatkan kelengahan lawan saat asyik menyerang.
- Efektivitas Lini Tengah: Gol Tchouaméni membuktikan bahwa ancaman Madrid bisa datang dari lini kedua, bukan hanya striker.
- Ketenangan Mental: Meskipun sempat kebobolan lebih dulu, Madrid tidak panik dan tetap menjalankan instruksi taktik dengan rapi.
Kesimpulan
Laga ini sekali lagi membuktikan kenapa Madrid disebut raja Eropa. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Real Madrid yang memastikan tempat mereka di babak perempat final Liga Champions musim ini.
Lewat pertandingan yang sangat intens, tajuk utama malam ini sudah jelas: Real Madrid vs Benfica. Real Madrid berhasil menang dengan skor 2-1 (agregat 3-1). Sampai jumpa di ulasan babak perempat final nanti!
Post a Comment