Pernah Dimarahi Guru atau Kiai? Gus Baha Bongkar Alasan Kenapa Kamu Nggak Perlu Takut Kualat Selamanya!

Table of Contents

 


Video ini berisi rekaman Ngaji Rutinan Kitab Shahih Muslim bersama Gus Baha (KH. Ahmad Bahauddin Nursalim) yang dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026.

​Topik utama yang dibahas adalah mengenai Sisi Kemanusiaan Rasulullah (Basyariyyatur Rasul), khususnya terkait bagaimana menyikapi momen ketika Nabi Muhammad SAW merasa marah atau mengeluarkan kata-kata keras kepada seseorang.

​Berikut adalah poin-poin penting dari video tersebut:

​Hadits tentang Kemarahan Nabi: Gus Baha membahas riwayat di mana ada dua orang pria yang membuat Nabi Muhammad SAW marah hingga Nabi menegur/mencaci mereka [00:21]. Sayyidah Aisyah sempat heran karena biasanya orang datang kepada Nabi untuk mencari berkah, namun dua orang ini justru mendapat kemarahan.

​Doa Nabi sebagai "Penyaring": Nabi menjelaskan bahwa beliau telah membuat perjanjian dengan Allah SWT. Karena beliau adalah manusia (basyar), beliau bisa merasa marah. Namun, beliau berdoa agar setiap Muslim yang pernah beliau marahi atau kutuk dalam keadaan marah, dijadikan oleh Allah sebagai pembersih dosa (zakatan) dan pahala (ajron) bagi orang tersebut [01:30].

​Perspektif Tafsir Munir & Kasus Uyainah bin Hisn: Gus Baha mengutip Tafsir Munir karya Syekh Nawawi al-Bantani mengenai ayat di Surah Al-Kahf [03:48]. Beliau menjelaskan bahwa status seseorang di mata Allah bisa berubah. Seseorang yang tadinya dicap buruk (seperti Uyainah bin Hisn yang sempat ditegur keras dalam Al-Qur'an), pada akhirnya bisa menjadi Muslim yang baik [06:10].

​Sikap terhadap Guru dan Kiai: Gus Baha menekankan agar para santri atau murid tidak perlu berkecil hati atau merasa "kualat" selamanya jika pernah dimarahi oleh gurunya [33:53]. Beliau menjelaskan bahwa kemarahan guru atau Kiai seringkali bersifat spontan (falta) karena faktor kemanusiaan, dan tidak selalu mencerminkan keputusan akhir Allah terhadap nasib murid tersebut [55:50].

​Pesan Moral: Video ini mengajak kita untuk memahami bahwa hukum dan penilaian seringkali terkait dengan kondisi waktu tertentu (zaman/hal). Jangan mudah memberikan stigma permanen pada seseorang hanya karena satu kejadian di masa lalu [09:02].

​Gus Baha menyampaikan materi ini dengan gaya khasnya yang santai, penuh humor, namun sangat mendalam secara literatur kitab kuning.

​URL Video: http://www.youtube.com/watch?v=JnnQlz8Ex2k


Andi NK
Andi NK ​"Halo, saya penulis di balik Suara Kopi. Tulisan ini bukan sekadar teori dari buku, melainkan hasil refleksi pribadi saya setelah sempat terjebak dalam rasa tidak percaya diri. Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari bagaimana energi dan cara kita merespons masalah bisa mengubah cara orang lain menghargai kita. Saya ingin membagikan 'rahasia' ini agar kita bisa tumbuh menjadi manusia yang berkelas bersama-sama."

Post a Comment